Juli 12, 2012

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA


BAB I PEMBAHASAN

1.                 MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
1.                 Pengertian Budaya
Budaya adalah bentuk Jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta ,karsa,dan rasa.Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa sansekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.Dalam bahasa Inggris ,budaya berasal dari kata culture,dalam bahasa Belanda di istilahkan dengan kata cultuur ,dalam bahasa Latin,berasal dari kata colera.Colera berarti mengolah,mengerjakan,menyuburkan,mengembngkan tanah(bertani).

Budi berasal dari bahasa sanskerta buth yang artinya akal. Budi menurut kamus lengkap bahasa Indonesia adalah bagian dari kata hati yang berupa paduan akal dan perasaan dan yang dapat memedakan baik buruk sesuatu. Dengan akal budinya manusia mampu menciptakan, mengkreasikan, memperlakukan, memperbarui, memperbaiki, mengembangkan, dan meningkatkan sesuatu yang ada untuk kepentingan hidup manusia.
Makhluk tuhan di alam fana ini ada empat macam, yaitu, alam, tumbuhan, binatang,dan manusia sifat-sifat yang dimiliki oleh mahluk tuhan tersebut sebagai berikut:
1.                 Alam memiliki sifat wujud
2.                 Tumbuhan memiliki sifat wujud dan hidup
3.                 Binatang memiliki sifat wujud ,hidup dan dibekali nafsu
4.                 Manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu serta akal budi
Kelebihan manusia dibanding makhluk lain terletak pada akal budi. Akal adalah kekampuan berpikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki.Berpikir merupakan perbuatan operasional dari akal yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia.Jadi fungsi dari akal adalah berpikir.Kemampuan berpikir manusia juga digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

Kepentingan hidup manusia adalah adalah dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup.Secara umum, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua.Pertama, kebutuhan yang bersifat kebendaan (sarana dan prasarana) atau badani/ ragawi, atau jasmani/biologis. Kedua kebutuhan yang bersifat rohani atau mental.
Abraham maslow, seorang ahli psikologis, berpendapat bahwa kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi 5 tingkatan. Kelima tingkatan tersebut adalah sebagai berikut.

1.                 Kebutuhan fisiologis (physiological needs).
2.                 Kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan (safety and security needs)
3.                 Kebutuhan social (social needs)
4.                 Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs)
5.                 Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization)


Beliau menjelaskan bahwa kita tidak dapat memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi kalau kebutuhan yang lebih rendah belum terpenuhi. Itu berarti kebutuhan nomor lima akan diupayakan pemenuhannya kalau kita memenuhi kebutuhan-kebutuhan sebelumnya. Jadi, keutuhan manusia bertingkat dan membentuk hierarki.
Dengan akal budi, manusia mampu  menciptakan kebudayaan. Kebudayaan pada dasarnya  adalah hasil akal budi manusia dalam interaksinya, baik dengan alam maupun manusia lainnya. Manusia  merupakan makhluk berbudaya. Manusia adalah pencipta kebudayaan.
6.                 Perwujudan budaya
Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud,yaitu:
1.                 Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide,gagasan,nilai-nilai,norma-norma,dan peraturan.
2.                 Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3.                 Wujud manusia sebagai benda-benda hasil karya manusia
4.                 Substansi (isi) Utama Budaya
1.                 Sistem Pengetahuan
Sistem Pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami :
1.                 Alam sekitar 
2.                 Alam flora di daerah tempat tinggal
3.                 Alam fauna di daerah tempat tinggal
4.                 Zat-zat bahan mentah,dan benda-benda dalam lingkungannya
5.                 Tubuh manusia
6.                 Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia
7.                 Ruang dan waktu
Untuk memperoleh pengetahuan tersebut diatas manusia melakukan tiga cara,yaitu:
1.                 melalui pengalaman dalam kehidupan sosial.
2.                 berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui pengalaman formal/resmi(disekolah)maupun dari pendidikan non-formal(tidak resmi).
3.                 melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis yang sering disebut sebagai komunikasi simbolik.
4.                 Nilai
Nilai adalah sesuau yang baik yang selalu diinginkan,dicita-citakan dan  dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
C.Kluchohn mengemukakan,bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia didunia adalah lima dasar yang bersifat universal,yaitu:
1.                 Hakikat hidup manusia
2.                 Hakikat karya manusia
3.                 Hakikat waktu manusia
4.                 Hakikat alam manusia
5.                 Hakikat hubungan antarmanusia
6.                 Pandangan Hidup
Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangasa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.Oleh karena itu,pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oeh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu,kelompokl,atau bangsa.
7.                 Kepercayaan
Kepercayaan yang mempunyai arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Pada dasarnya,manusia yang memiliki naluri untuk menghambakan diri kepada yang Mahatinggi, yaitu dimensi lain diluar diridan lingkungannya,yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia
persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejaladalam kehiduapan.
8.                 Persepsi
Persepsi terdiri atas:
1.                 persepsi sensorik
persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indera manusia.
2.                 Persepsi Telepati
Kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain.
3.                 persepsi clairvoyance
Kemampuan melihat kejadian atau peristiwa di tempat lain,jauh dari tempat orang yang bersangkutan.
4.                 Etos Kebudayaan
Etos atau jiwa kebudayaan(dalam antropolog)berasal dari bahasa Inggris berarti watak khas.Etos sering tampak pada gaya prilaku warga misalnya,kegematran-kegemaran pada masyarakat,serta berbagai benda budaya hasil karya mereka,dilihat dari luar oleh orang asing.
5.                 Sifat-Sifat Budaya
sifat hakiki kebudayaan tersebut antara lain:
6.                 Budaya tewujud dan tersalurkan dari prilaku manusia.
7.            Budaya telah ada terlebuh dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
8.                 Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
9.                 Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban,tindakan-tindakn yang diterima dan ditolak,tindakan-tindakan yang dilarang,dan tindakan-tindakan yang diizinkan.
10.            Sistem Budaya
dalam sistem budaya terbentuk unsur-unsur yang berkaitan satu dengan lainnya.
Unsur pokok kebudayaan (menurut Bronislaw Malinowski):
1.                 sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
2.                 Organisasi ekonomi
3.                 Alat-alat dan lembaga pendidikan
4.                 Organisasi pendidikan
                     Sistem kebudayaan suatu daerah akan menghasilkan jenis-jenis kebudayaan yang berbeda.Jenis kebudayaan ini dapat dikelompokkan menjadi:
1.                 Kebudayaan material
antara lain hasil cipta,karsa,yang terwujud benda,barang alat pengolahan alam,seperti gedung,pabrik,jalan,rumah,dan sebagainya.
2.                 Kebudayaan non material
merupakan hasi karya cipta,karsa,yang terwujud kebiasaan,adat istiadat,ilmu pengetahuan,dan sebagainya.Non material antaralain:
1.                 volksways(norma kelaziman)
2.                 mores(norma kesusilaan)
3.                 norma hukum
4.                 mode(fashion)

5.                 APRESIASI TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
1.                 Manusia dan Kemanusiaan
Kemanusian berarti hakikat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi  harkat martabatnya. Kemanusiaan menggambarkan ungkapan akan hakikan dan sifat  yang seharusnya dimiliki oleh makhluk yang bernama manusia. Kemanusiaan merupakan prinsip atau nilai yang berisi keharusan / tuntutan untuk berkesesuain dengan hakikat dari manusia.
Hakikat manusia Indonesia berdasarkan pancasila sering dikenal dengan sebutan hakikat kodrat monopluralis. Hakikat manusia terdiri atas:
1.                 Monodualis susunan kodrat manusia yang teerdiri dari aspek keragaan meliputi wujud  materi anorganis benda mati, vegetative, dan animalis; serta aspek kejiwaan  meliputi cipta, rasa, dan, karsa.
2.                 Monodualis sifat kodrat manusia terdiri atas segi individu dan segi sosial.
3.                 Monodualis kedudukan kodrat meliputi segi keberadaan manusia  sebagai makhluk  yang berkepribadian merdeka (berdiri sendiri) sekaligus juga menunjukkan keterbatasanya sebagai makhluk tuhan.
Manusia memiliki harkat dan martabat yang tinggi.Maka dari itu hendaknya manusia mempertahankan dan meningkatkannya. Dalam upaya itu prinsip kemanusiaan  berbicara. Prinsip kemanusiaan  adanya penghargaan  dan panghormatan terhadap harkat dan martabat manusia yang luhur itu.  Semua manusia adalah luhur, karena itu manusia tidak harus dibedakan perlakuannya  hanya karena perbadaan suku, ras, keyakinan, statua sosial ekonomi, asal usul dan sebagainya. Dalam Pancasila sila kedua terdapat konsep kemanusiaan yang adil dan beradab. Kemanusiaan yang adil dan beradab berarti sikap dan perbuatan manusia yang sesui dangan kodrat hakikat manusia yang sopan dan susila yang berdasarkan nilai dan norma moral.






4.                 Manusia dan Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata sanskerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Ada pendapat lain mengatakan budaya bersal dari kata budi dan daya.  Budi merupakan unsure rohani sedangkan daya adalah unsur jasmani manusia.Dengan demikian budaya merupakan hasil budi dan bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.  Dengan demikian kata budaya ada hubungan dengan kemampuan  manusia dalam mengelola sumber-sumber kehidupan, dalam hal ini pertanian.
Kebudayaan adalah  system pengetahuan yangmeliputi system idea atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah  benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebaai makhluk berbudaya, berupa prilaku dan benda-baenda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola prilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dan lail-lain.
J.J. Hoeningman membagi wujud kebudyaan menjadi  tiga yaitu:gagasan (wujudideal), aktivitas (tindakan), artefak (karya).
Koentjaraningrat membagi wujud kebudayaan menjadi tiga pula, yaitu:
1.                 Suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, dan sebagainya.
2.                 Suatu kompleks aktivitas atau tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3.                 Suatu benda-benda hasil karya manusia.




 Sedangkan mengenai unsur kebudayaan dikenal adanya tujuh unsur yaitu:
1.                 Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
2.                 Sistem mata pencarian hidup
3.                 System kemasyarakatan atau organisasi sosial
4.                 Bahasa
5.                 Kesenian
6.                 Sistem pengetahuan
7.                 Sistem religi
Terciptanya kebudayaan adalah hasil dari interaksi manusia dengan segala isi alam raya ini.Karena manusia adalah pencipta kebudayaan maka manusia adalah makhluk berbudaya.Kebudayaa adalah ekspresi eksistensi manusia di dunia.
8.                 ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
1.                 Etika Manusia dalam Berbudaya
Kata  etika baresal dari bahasa yunani yaitu etos. Secara etimologis, etika adalah ajaran tentang baik buruk , yang diterima umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Etika membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan predikat nilai susila, atau tidak susila, baik dan buruk. Etika sebagai nilai dan norma etik. Norma  etikberhubungan manusia sebagai individu karena menyangkut kehidupan pribadi. Norma etik ditujukan kepada umat manusia agar terbentuk kebaikan akhlak pribadi guna penyempurnaan manusia dan melarang manusia melakukan perbuatan jahat. Asal atau sumber norma etik adalah dari manusia sendiri yan bersifat otonom dan tidak ditujukan kepada sikap lahir, tetapi ditujukan sikap batin manusia.
Daerah berlakunya norma etik  relatif universal, meskipun tetap di pengaruhi oleh ideology masyarakat pendukungnya. Perilaku membunuh adalah perilaku amoral, asusila, atau tidak etis.Pandangan ini bisa saja diterima oleh orang dimana saja atau universal.Namun dalam hal tertentu perilaku seks bebas bagi masyarakat penganut kabebasan kemungkinan bukan perilaku amoral.Etika masyarakat timur mungkin berbeda dengan etika masyarakat barat.
Budaya atau kebudayaan adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Manusia yang beretika akan menghasilkan budaya yang memiliki nilai-nilai etik pula. Budaya yang memiliki nilai-nilai  etik  adalah budaya yang mampu menjaga, mempertahankan, bahkan mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia itu sendiri. Sebaliknya, budaya yang tidak beretika adalah kebudayaan yang akan merendahkan atau bahkan menghancurkan martabat kemanusiaan.
2.                 Estetika Manusia dalam Berbudaya
Estetika dapat dikatakan sebagai teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan nilai  indah-jelek(tidak indah). Keindahan dapat diberi makna secara luas, secara sempit,dan estetik murni.
1.                 Secara luas, keindahan mengandung ide kebaikan. Keindahan dalam arti luas meliputi banyak hal, seperti watak yang indah, hukum yang indah, ilmu yang indah dan kebajikan yang indah.
2.                 Secara sempit, yaitu indah yang terbatas pada lingkup persepsi penglihatan. (bentuk dan warna)
3.                 Secara estetik murni, menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubunganya dengan segala sesuatu  yang diresapi melalalui penglihatan, pendengaran, perabaan, dan perasaan, yang semuanya dapat menimbulkan persepsi(anggapan) indah.
Etika berkaitan dengan nilai tentang baik-buruk, sedangkan estetika berkaitan dengan hal yang indah-jelek.Apabila nilai etik bersifat universal, dalam arti bisa diterima banyak orang, namun nilai estetik amat subjektif dan particular. Sesuatu yang indah bagi seseorang belum tentu indah bagi orang lain. Oleh karena itu, estetika berbudaya tidak semata-mata dalam berbudaya harus memenuhi nilai-nilai keindahan.Lebih dari itu estetika berbudaya menyiratkan perlunya manusia untuk menghargai keindahan budaya yang dihasilkan manusia lainnya.
4.                 PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Beberapa problematika kebudayaan antara lain:
1.                 Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan
2.                 Hubungan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan.
3.                 Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
4.                 Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar.
5.                 Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru.
6.                 Sikap Etnosentrisme
7.                 Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan sering kali disalahgunakan oleh manusia.

Kebudayaan yang ada ikut pula mengalami dinamika seiring dengan dinamika pergaulan hidup manusia sebagai pemilik kebudayaan. Berkaitan dengan hal tersebut kita mengenal adanya pewarisan kebudayaan, perubahan kebudayaan, dn penyebaran kebudayaan.
1.                 Pewarisan kebudayaan
Pewarisan  kebudayaan adalah proses pemindahan, penerusan, pemilikan dan pemakain kebudayaan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan. Pewarisan kebudayaan dapat dilakukan melalui enkulturasi dan sosialisasi. Enkulturasi adalah proses mempelajari dan menyesuaikan pikiran dan sikap individu dengan system norma, adat dan peraturan hidup dalam kebudayaan. Sosialasasi atau proses pemasyarakatan adalah individu menyesuaikan diri dengan individu lain dalam masyarakatnya.dalam hal pewarisan budaya bisa muncul masalah antara lain: sesuai atau tidaknya budaya warisan tersebut dengan dinamika masyarakat saat sekarang. Penolakan generasi penerima terhadap warisan budaya tersebut, dan munculnya budaya baru yang tidak lagi sesuai dengan budaya warisan.


2.                 Perubahan kebudayaan
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi sebagai akibat adnya ketidaksesuain diantara unsure-unsur budaya yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang fungsinya tidakserasi bagi kehidupan. Perubahan budaya yang terjadi bisa memunculkan masalah, antara lain perubahan akan merugika manusia jika perubahan itu bersifat regress (kemunduran) bukan progress (kemajuan); perubahan bisa berdampak buruk atau menjadi bencana jika dilakukan melalui revolusi, berlangsung cepat, dan diluar kendali manusia.

3.                 Penyebaran kebudayaan
Penyebaran kebudayaan atau difusi adalah proses menyebarnya unsure-unsur kebudayaan dari suatu kelompok ke kelompok lain atau suatu masyarakat ke masyarakat lain. Globalisasi budaya bisa dikatakan pula  sebagai penyebaran suatu kebudayaan secara meluas. 
Dalam hal penyebar kebudayaan, seorang sejarawan Arnold J. Toynnbee merumuskan beberapa dalil tentang radiasi budaya sebagai berikut.
Pertama, aspek atau unsure budaya selalu masuk tidak secara keseluruhan, melainkan individual.
Kedua, kekuatan menembus suatu budaya berbanding terbalik dengan nilainya.
Ketiga, jika satu unsure budaya masuk maka akan menarik unsure budaya lain.
Keempat, aspek atau unsur budaya yang ditanah asalnya tidak berbahaya, bisa menjadi berbahaya bagi masyarakat yang didatangi.

Penyebaran kebudayaan(difusi) bisa menimbulkan masalah. Masyarakat penerima akan kehilangan nilai-nilai budaya local sebagai akibat kuatnya budaya asing yang masuk. Pada dasarnya, difusi merupakan kontak antar kebudayaan.Selain difusi.Kontak kebudayaan dapat pula berupa akulturasi dan asimilasi.Akulturasi merupakan kontak antar kebudayaan, namun masing-masing masih memperlihatkan unsur-unsur budayanya.Asimilasi berarti peleburan antarkebudayaan yang bertemu. Asimilasi terjadi karena proses yang berlangsung lama dan intensif antara mereka yang berlainan latar belakang ras, suku, bangsa, dan, kebudayaan.pada umumnya asimilasi menghasilkan kebudayaan baru.















KESIMPULAN
Manusia adalah mahluk berbudaya. Berbudaya merupakan kelebihan manusia dibanding mahluk lain. Dengan berbudaya, manusia dapat memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan hidupnya. Manusia menggunakan akal dan budinya dalam berbudaya. Kebudayaan merupakan perangkat yang ampuh dalam sejarah kehidupan manusia yang dapat berkembang dan dikembangkan melalui sikap-sikap budaya yang mampu mendukungnya.
Kebudayaan mencerminkan tanggapan manusia terhadap kebutuhan dasar hidupnya. Manusia berbeda dengan binatang, bukan saja dalam banyaknya kebutuhan, namun juga dalam cara memenuhi kebutuhan tersebut. Kebudayaanlah yang memberikan garis pemisah antara manusia dan binatang.
Kebudayaan merupakan induk dari berbagai macam pranata yang dimiliki manusia dalam hidup bermasyarakat. Etika merupakan bagian dari kompleksitas unsur-unsur kebudayaan. Ukuran etis dan tidak etis merupakan bagian dari unsur-unsur kebudayaan. Manusia membutuhkan kebudayaan, yang didalamnya terdapat unsur etika, untuk bisa menjaga kelangsungan hidup. Manusia yang berbudaya adalah manusia yang menjaga tata aturan hidup.
Etika dapat diciptakan, tetapi masyarakat yang beretika dan berbudaya hanya dapat diciptakan dengan beberapa persyaratan dasar, yang membutuhkan dukungan-dukungan, seperti dukungan politik, kebijakan, kepemimpinan dan keberanian mengambil keputusan, serta pelaksanaan secara konsekuen. Selain itu dibutuhkan pula ruang akomodasi, baik lokal maupun nasional di mana etika diterapkan, pengawasan, pengamatan, dan adanya pihak-pihak yang memelihara kehidupan etika. Kesadaran etis bisa tumbuh karena disertai akomodasi.
Kebudayaan yang berlaku dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku norma nilai da aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
















PENUTUP
Nilai-nilai budaya yang terbentuk dalam sistem budaya nasional bersifat prospektif, misalnya kepercayaan religius kepada Tuhan Yang Maha Esa; pencarian kebenaran duniawi melalui jalan ilmiah; penghargaan yang tinggi atas kreativitas dan inovasi, efisiensi tindakan dan waktu; penghargaan terhadap sesama atas dasar prestasinya lebih daripada atas dasar kedudukannya; penghargaan yang tinggi kepada kedaulatan rakyat serta toleransi dan simpati terhadap budaya suku bangsa yang bukan suku bangsanya sendiri.
 Sekian yang dapat kami sampaikan dari makalah ini baik dari makalah ini maupun dari kami.Atas kelebihan dan kekurangannya mohon harap maklum.













DAFTAR PUSTAKA
M,Elly,Setiadi,dkk.2007.Ilmu Sosial Budaya Dasar.Bandung:Kencana
Koentjaraningrat.2009.Pengantar Ilmu Antropologi.Jakarta:Trineka Cipta
Herimanto,dkk.2010.Ilmu Sosial Budaya Dasar.Jakarta:Bumi Aksara





















0 comments:

Cool Blue Outer Glow Pointer